• Breaking News

    10 Permainan anak jadul angkatan 80-90an

    Jaman sekarang sudah sangat modern. kemajuan teknologi membuat banyak sekali perubahan. Salah satunya permainan anak-anak. Seiring dengan perkembangan jaman, anak-anak jaman sekarang lebih senang bermain mengikuti kemajuan teknologi seperti internet, game online, game playstation, remot kontrol dan permainan maju lainnya.

    Bagi yang lahir tahun 80-90an, Alam adalah sahabat dan tempat bermain paling menyenangkan. Pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, pergi ke sawah atau ke ladang untuk panen jangung, ubi, dan tanaman lainya. Atau sekedar mencari ikan, siput maupun udang untuk dibakar dan dimakan bersama teman-teman. Permainan anak tempo dulupun sangat banyak. Tidak kalah dengan permainan anak jaman sekarang, walaupun lebih kuno, namun permainan anak jaman dulu kebanyakan dilakukan sedikitnya oleh dua orang. Sedangkan anak jaman sekarang cenderung bermain sendiri karena bisa mengakses lewat internet.


    Bukankah permainan anak jaman sekarang tidak akan ada tanpa adanya permainan jaman dulu? Berikut beberapa permainan anak kecil angkatan 80-90an yang sudah mulai terlupakan:

    1.   Petak Umpet

    Petak umpet adalah permainan yang hanya bisa dimainkan minimal oleh dua orang. Jika dimainkan lebih dari dua orang akan lebih seru. Cara memainkan permainan ini sangat mudah. Cukup dengan hompipa atau suit untuk menentukan siapa yang kalah dan bertugas sebagai penjaga untuk mencari anak-anak lain yang bersembunyi. Penjaga akan menutup mata dan menghadap pohon atau tembok sambil menghitung satu sampai sepuluh, memberi kesempatan agara anak-anak yang lain bersembunyi. Hayo, siapa yang masih ingat permainan ini?

    2.  Kelereng


    Kelereng sangat populer bagi anak-anak jaman 80-90an. Pada umumnya dilakukan oleh anak laki-laki. Kelereng yang sering juga disebut keneker, guli atau setin ini berbentuk bulat seperti bola dengan ukuran 1,25 cm. Banyak permainan yang bisa dilakukan dengan bola kelereng ini. Permainan ini bisa dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Biasanya yang kalah dalam permainan ini akan memberikan kelerengnya kepada yang menang. Siapa nih yang jago main kelereng?



    3.   Lompat tali

    Lompat tali adalah permainan yang menggunakan gelang karet yang disusun dan digabungkan sehingga membentuk sebuah tali yang panjang. Permainan ini kebanyakan dimainkan oleh anak perempuan. Tidak sedikit anak laki-laki yang mengikuti permainan ini. Permainan ini dimulai dengan melewati rintangan seperti layaknya olahraga lompat tinggi. Dua anak memegang tali dan memberikan rintangan ketinggian dari mulai setinggi lutut, pinggang, dada, kuping, kepala sampai sejengkal diatas kepala.

    4.   Engklek

    Engklek merupakan permainan yang biasa dilakukan di halaman sekolah dan rumah. Biasa dimainkan oleh 2-6 orang dengan cara melompat menggunakan satu kaki di sebidang tanah datar yang telah digambar kotak yang tersusun. Setiap orang yang memainkan permaianan ini harus mempunyai gajuk (terbuat dari pecahan genteng atau keramik) yang digunakan untuk dilempar di setiap gambar kotak tersebut. Ada yang belum pernah memainkan engklek?



    5.   Enggrang


    Permainan enggrang diperkirakan sudah dimainkan semenjak ratusan tahun yang lalu. Cara bermain enggrang membutuhkan dua buah bambu yang masing-masing ruas diberi pijakan sehingga berfungsi sebagai pijakan. Dengan kedua bambu itu seseorang bisa berdiri dan berpijak diatas pijakan bambu dengan posisi yang seimbang sehingga bisa berjalan.




    6.   Bekel

    Permainan bekel kebanyakan dimainkan oleh anak perempuan. Hanya sedikit anak laki-laki yang memainkan permainan ini. Permainan ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Alat yang digunakan ialah bola bekel dan biji bekel. Dengan posisi duduk atau jongkok , bola bekel di lempar keatas dan sebelum bola bekel menyentuh tanah sampai dua kali, harus bisa mengubah posisi biji bekel yang berjumlah 5-6 sampai pada beberapa tingkatan.

                                                       
      7.   Benteng


    Permainan benteng membutuhkan dua tim. Masing-masing tim terdiri dari 4-8 orang yang berusaha untuk mengambil alih benteng lawannya. Jika ada salah satu tim yang tersentuh lawannya, maka tim itu akan tertawan sedangkan yang berhasil menyentuh lawannya menjadi penawan.





    8.   Dakon atau congkak

    Masih ingatkah dengan permainan dakon atau congkak? Permainan ini sudah sangat lama dimainkan oleh anak-anak indonesia.Biasanya, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji dakon. Tetapi jika tidak ada, kerikilpun bisa digunakan. Butuh strategi dan kecepatan menghitung untuk mengalahkan lawan



    9.   Layangan


    Dari jaman dulu sampai sekarang layangan masih menjadi permainan tradisional yang cukup populer. Layangan memang relatif murah untuk di beli pada jaman dulu. Bahkan, banyak anak-anak yang membuatnya sendiri dengan berbagai kreasi dan bentuk sesuai keinginannya. Pada umumnya layangan berbenuk segi empat yang dibuat dari kertas, belahan bambu, dan tali untuk mengikat. Memang sangat menyenangkan memainkan permainan ini. Ada gengsi tersendiri ketika berhasil memutus layangan lawan saat beradu diudara. Mengejar layangan putus juga menjadi permainan yang cukup menguras energi karena harus kejar-kejaran dengan teman-teman yang lain.

    10.   Masak-masakan

    Ini dia permainan anak perempuan yang cukup populer dengan meniru tingkah laku orang dewasa. Dengan berbekal alat-alat rumah tangga yang terbuat dari plastik seperti kompor, panci, sendok, piring, wajan dan alat masak lainnya mereka cukup sibuk dengan berpura-pura memasak. Daun-daunan, biji-bijian, tanah bisa dijadikan bahan untuk memasak. Terkadang, anak laki-laki sering dipaksa untuk ikut dan memainkan peran sebagai suami. Ketika permainan ini dimainkan oleh lebih dari 6 orang mereka bisa saling bertetangga dan saling menjual masakan mereka masing-masing.

    6 komentar:

    1. Semua berita yang ada di website anda sangat menarik perhatian untuk di simak, salam sehat. . . !! Semoga beritanya dapat bermanfaat! share ya gan, thanks nih!!

      BalasHapus

    Fashion

    Beauty

    Travel