• Breaking News

    7 Hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikan

    7 Hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikan. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki ribuan pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, negara yang terkenal dengan nama Nusantara ini di apit oleh dua lautan luas yakni samudra hindia dan samudra pasifik. Indonesia juga merupakan penghubung antar benua Asia dan Australia. 

    Melihat dari letak geografis ini, menjadikan Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah. Termasuk kekayaan satwa yang tersebar hampir diseluruh pulau di Indonesia. Sekarang ini, banyak hewan langka di Indonesia yang terancam punah. Hal ini disebabkan karena kekayaan yang dimiliki negara kita ini dimanfaatkan beberapa orang yang tak bertanggung jawab untuk memburu satwa secara liar sehingga membuat sebagian populasi hewan terus menurun dari tahun ke tahun.

    Ada beberapa hewan di Indonesia yang telah mengalami kepunahan seperti harimau Jawa dan harimau Bali. Padahal pemerintah telah mengeluarkan undang-undang untuk melindungi satwa langka yang terancam punah dan ancaman kurungan penjara serta denda jutaan rupiah bagi siapa saja yang terus memburu dan menjualnya secara ilegal. Namun, upaya pemerintah ini sepertinya tak menyurutkan niat sebagian orang untuk terus memburu hewan langka yang seharusnya perlu dilestarikan demi kepentingan sepihak karena tergiur harga jual tinggi dari hasil menangkap hewan langka yang ada di Indonesia.

    Berikut ini saya akan uraikan 7 hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikan karena terancam kepunahannya :

    1. Komodo

    7 Hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikan

    Saya memasukkan nama Komodo pada urutan pertama dari 7 hewan langka di Indonesia yang perlu di lestarikan karena hewan ini merupakan hewan langka yang habitatnya bukan hanya di lindungi oleh pemerintah Indonesia tetapi juga oleh dunia. Komodo adalah seekor kadal raksasa yang habitat aslinya terdapat di negara Indonesia tepatnya di pulau komodo, Flores, Nusa Tenggara. Tubuh komodo dewasa memiliki berat sekitar 70 kg. Komodo jantan lebih besar dibandingkan betina. 

    Komodo merupakan hewan predator yang berada pada puncak ekosistem karena besar tubuhnya serta cara hidupnya. Hewan ini memiliki 60 gigi yang bergerigi tajam yang membantu untuk memakan mangsanya dengan mencabik atau menelan bulat-bulat mangsanya yang bertubuh kecil. Selain itu, hewan jenis reptil ini memiliki bisa/racun berupa bakteri yang sangat mematikan pada air liurnya. Jangankan manusia, kerbau yang besar saja bisa mati jika terkena air liurnya.

    Saat ini,  biawak komodo merupakan spesies satwa langka yang perlu dilestarikan. Hanya ada sekitar 4000-5000 ekor komodo yang hidup dialam liar. populasinya pun hanya tersebar di pulau komodo dan sekitarnya yang merupakan habitat asli hewan purba ini. Pada tahun 1980, Pemerintah Indonesia mendirikan taman nasional komodo untuk menjaga kelestarian hewan ini.

    2. Gajah sumatera

    7 Hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikanGajah merupakan hewan darat terbesar didunia. Terdapat beberapa spesies gajah yang tersebar di dunia termasuk di Indonesia. Spesies gajah di Indonesia yang rawan punah adalah gajah sumatera yang merupakan subspesies dari gajah Asia. Gajah sumatera dewasa memiliki berat sekitar 6 ton dan tinggi 3,5 meter. Posturnya lebih kecil dibandingkan subspesies gajah India.

    Gajah sumatera adalah hewan mamalia yang memiliki periode kehamilan paling lama dibandingkan mamalia lain. Induk gajah mengalami masa kehamilan selama 22 bulan dan hewan ini dapat hidup sama seperti rata-rata umur manusia. Gajah sumatera merupakan hewan herbivora yang sangat cerdas sehingga tak jarang manusia memanfaatkan hewan ini untuk pertunjukan sirkus.

    Menurut survei tahun 2000, gajah sumatera hanya tersisa sekitar 2000-2700 ekor di alam liar. Hal ini disebabkan perburuan liar yang dilakukan manusia sehingga sekitar 65 persen populasi gajah sumatera telah lenyap dan 30 persen telah dibunuh dengan cara diracuni (sumber wikipedia). Sementara itu, habitat tempat tinggal gajah sumatera sebagian besar telah dijadikan lahan perkebunan sehingga membuat hewan besar ini terancam punah.

    3. Harimau sumatera

    Harimau sumatera atau Panthera tigris sumatrae adalah satu-satunya spesies harimau yang masih hidup di Indonesia dan salah satu dari enam subspesies harimau yang masih hidup didunia. Sebelumnya, Indonesia memiliki tiga spesies harimau, namun dua diantaranya telah mengalami kepunahan. Yaitu harimau jawa dan harimau bali. 

    Baca juga : Harimau : Spesies kucing terbesar yang hampir punah

    7 Hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikanHarimau sumatera liar hanya hidup di pulau Sumatera. Harimau sumatera jantan berukuran lebih besar dengan berar sekitar 140 kg, panjang 250 cm dan tinggi sekitar 60 cm. Sedangkan yang betina memiliki berat 90 kg dan panjang 198 cm dari kepala sampai ujung ekor. Harimau sumatera adalah spesies harimau terkecil didunia dengan ciri-ciri mempunyai warna corak loreng paling gelap diantara subspesies harimau lain. 

    Harimau sumatera merupakan salah satu hewan karnivora terbuas didunia. Beda halnya dengan kucing yang takut air, hewan yang sering disebut raja hutan ini pandai berenang sehingga sering menyudutkan mangsa masuk kedalam air. Makanan harimau sumatera antara lain babi hutan, rusa, ikan bahkan orang utan. Harimau betina rata-rata dapat melahirkan dua sampai tiga ekor sekaligus namun ada juga yang bisa sampai enam ekor.

    Harimau sumatera masuk dalam kategori hewan terancam punah dan perlu dilestarikan. populasi kucing terbesar ini di alam liar diperkirakan hanya 400-500 ekor.  Banyak pemburu liar yang menangkap hewan ini untuk diperdagangkan. Harga untuk kulit harimau sumatera yang masih utuh bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sama seperti gajah sumatera, habitat liar harimau sebagian besar telah beralih menjadi perkebunan sehingga tak jarang harimau sumatera tersesat di pemukiman penduduk dan terpaksa dibunuh.

    4. Badak jawa

    Badak jawa atau Rhinoceros sondaicus adalah salah satu dari lima spesies badak yang masih ada didunia. Sebenarnya badak jawa tidak hanya tinggal di pulau Jawa saja. Hewan ini juga tersebar di dataran Asia Tenggara, India dan Cina. Badak jawa dikenal dengan nama badak bercula satu kecil. Sementara badak bercula satu besar terdapat di India yang ukuran cula serta tubuhnya juga lebih besar.



    Badak jawa yang telah dewasa memiliki berat tubuh berkisar antara 900-2300 kg. Panjang mencapai 310-320 cm serta tinggi 120-170 cm. Ciri-ciri fisik badak ini memiliki kulit tebal yang mirip baju baja berwarna abu-abu. Ukuran cula biasanya 20 cm yang digunakan bukan untuk bertarung melainkan memindahkan lumpur agar dapat menarik tanaman. 

    Badak jawa merupakan hewan herbivora yang menyukai tanaman sejenis tunas, daun-daun an muda atau buah-buahan yang jatuh dari pohon. Badak jawa adalah hewan yang bersifat tenang kecuali bagi induk badak yang sedang dalam masa berkembang biak atau mengasuh anaknya yang akan menyerang jika ada yang mengganggunya. Hewan yang masih memiliki genus sama dengan badak hitam vietnam ini menjalani masa kehamilan selama 16-19 bulan dengan masa hidup selama 40-45 tahun. 


    Populasi badak jawa hanya ada 40-50 ekor yang hidup bebas di Taman Nasional Ujung Kulon, di pulau Jawa. Hal ini menjadikan badak jawa sebagai hewan yang kritis mengalami kepunahan. Letusan gunung krakatau tahun 1883 mejadi penyebab badak jawa mengalami kepunahan. Selain itu faktor perburuan liar yang dilakukan manusia untuk mendapatkan culanya semakin membuat populasi hewan ini terus berkurang.

    5. Orang utan

    Orang utan merupakan hewan asli Indonesia sejenis kera besar berlengan panjang dengan bulu panjang berwarna coklat kemerahan dan tidak  berekor. Orang utan yang sering disebut juga maras tinggal di daerah tropis Indonesia khususnya dipulau Sumatera dan Kalimantan.

    Orang utan jantan dewasa memiliki berat sekitar 50-90 kg, sementara betina beratnya mencapai 30-50 kg dengan tinggi berkisar 125-150 cm. Berbeda dengan jenis kera besar seperti gorila dan simpanse yang lebih banyak hidup di tanah, orang hutan menghabiskan hidupnya di atas pohon yang menjadi sarang serta sumber makanannya.

    Orang utan merupakan  hewan omnivora, namun sebagian makanannya adalah tumbuhan serta buah-buahan. Cara hidupnya berbeda dengan kawanan kera lain yang berkelompok dalam jumlah besar, hewan ini lebih sering ditemukan sendiri atau bersama anak-anaknya saja. Masa kehamilan induk orang utan sama seperti manusia, sekitar 8,5-9 bulan dan dapat hidup sampai umur 45 tahun.


    Populasi orang utan di Kalimantan sekitar 55.000 ekor sedangkan di Sumatera hanya 200 ekor saja. Hal ini menjadikan orang utan sumatera masuk daftar hewan yang terancam mengalami kepunahan. Ancaman yang paling besar dari orang utan datang dari ulah manusia. Pembukaan lahan besar-besaran di Sumatera menjadikan populasi orang hutan berkurang dari tahun ke tahun.

    6. Bekantan

    Bekantan atau Nasalis larvatus adalah hewan asli Indonesia sejenis monyet yang memiliki hidung panjang dan besar. Kulit berbulu berwarna coklat kemerahan serta perut membuncit. Spesies monyet yang merupakan genus tunggal monyet Nasalis ini tersebar di hutan bakau dan rawa di pulau Kalimantan. 

    Bekantan jantan yang telah dewasa memiliki berat sekitar 24 kg dan tinggi 75 cm. Sedangkan betina beratnya mencapai 12 kg dengan tinggi 60 cm. Perbedaan bekantan jantan dan betina terletak pada hidung besar dan panjang yang hanya dimiliki oleh bekantan jantan. hewan ini menghabiskan hidupnya diatas pohon dan hidup berkelompok dengan jumlah antara 10-32 ekor. 


    Spesies monyet ini  mengkonsumsi makanan seperti buah dan biji-bijian. Selain itu, bekantan adalah perenang yang mahir. Hewan ini dapat menyelam dalam beberapa detik. Populasi hewan ini terus mengalami penurunan akibat dari perburuan liar oleh manusia. Hal ini menjadikan bekatan terancam kepunahan dan harus dilestarikan.

    7. Elang jawa

    Elang jawa atau Nisaetus bartelsi adalah spesies elang berukuran sedang yang hidup ujung barat sampai timur pulau Jawa. Burung ini bertubuh besar dan ramping dengan bulu berwarna coklat kemerahan serta memiliki jambul berbulu hitam setinggi 12 cm. Bola matanya berwarna kuning kecoklatan dan paruh hitam serta kaki berwarna kekuning-kuningan. 

    Elang jawa dapat tumbuh 60-70 cm dari ujung paruh sampai ekor. Burung predator ini menyukai hutan primer dan daerah ketinggian  seperti perbukitan yang merupakan habitat aslinya. Makanannya meliputi berbagai jenis reptil, burung-burung berukuran kecil dan sedang juga mamalia kecil seperti tupai, monyet ataupun musang. 


    Elang betina memiliki masa bertelur selama 6 bulan dan akan mengerami telurnya selama 47 hari. Populasi elang jawa hanya berkisar 600-1000 ekor di alam liar menyebabkan hewan yang identik dengan lambang negara Indonesia yaitu Garuda, menjadi hewan yang harus dilindungi dan di lestarikan. 

    Nah, itulah 7 hewan langka di Indonesia yang perlu dilestarikan karena keberadaannya terancam mengalami kepunahan. Sebenarnya masih banyak hewan-hewan yang terancam populasinya namun hanya bisa saya bahas sebagian saja. kita tentu tidak ingin keberadaan hewan-hewan ini tinggal nama saja seperti yang telah terjadi pada harimau jawa dan bali. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan tergugah hatinya untuk embantu melestarikan hewan langka di Indonesia yang terancam punah.

    Artikel terkait :

    Harimau : Spesies kucing terbesar yang hampir punah
    Ini dia ! Hewan lucu dan menggemaskan ini ternyata...
    Apa hewan terkuat didunia

    15 komentar:

    1. setujuh gan...
      mari kita lestarikan ke 7 hewan tersebut..
      makasih bnayak gan atas infonya...

      BalasHapus
    2. bener banget gan , kita harus melestarikannya , dan jangan berburu sembarang karena untuk kepentingan sendiri , apalagi sekarang hewan2 itu langka ..

      BalasHapus
    3. Wah terimakasih min, cukup menjadi referensi.. coba sedikit saya rangkum tapi mohon saran dan kritikannya takut ada yang tidak sesuai dari artikel saya yang berjdudul Hewan langka ini..

      skali lagi mkasih bnyak.

      BalasHapus
    4. Indrajit.... Iya gan indonesia ni kan kaya akan flora n faunanya.. Jadi mari kita lestarikan. Kalo bukan kita siapa lagi

      BalasHapus
    5. Dudull... Iya mas lanjut aja.. Berbagi pengetahuan kan baguz untuk kita dan semua orang

      BalasHapus
    6. Dudull... Iya mas lanjut aja.. Berbagi pengetahuan kan baguz untuk kita dan semua orang

      BalasHapus
    7. Indrajit.... Iya gan indonesia ni kan kaya akan flora n faunanya.. Jadi mari kita lestarikan. Kalo bukan kita siapa lagi

      BalasHapus
    8. Terima kasih, informasinya sangat bermanfaat sekali,
      Birrul

      BalasHapus
    9. Indonesia has and animal biodiversity . The diversity is fitting we keep it can be enjoyed by children and grandchildren later .
      togel online singapura

      BalasHapus
    10. Keren mas! Tetap lestarikan hewan langka di Indonesia, Merdeka! :)

      BalasHapus

    Fashion

    Beauty

    Travel